/Ini Bahaya Minum Air Dingin Setelah Makan

Ini Bahaya Minum Air Dingin Setelah Makan

Memang rasanya sangatlah Segar setelah makan langsung minum Air dingin, Sudah menjadi kebiasaan beberapa orang meminum air dingin setelah makan. Namun disisi medis hal ini sangatlah berbahaya, Disarankan untuk meminum air normal atau air hangat setelah makan karna itu lebih ideal dibandingkan meminum air dingin.

Bahaya Minum Air Dingin Setelah Makan

Anda harus mengetahui bayaha meminum Air dingin setelah makan. Berikut bahayanya :

  1. Iritasi Tenggorokan
    Perasaan nyeri dan rasa tidak nyaman pada tenggorakan bisa diakibatkan oleh minum air dingin setelah makan, Biasanya hal ini terjadi pada anak-anak kondisi ini akan berkembang menjadi batuk.
  2. Kembung
    Kembung biasanya terjadi pada Sistem percernaan, Namun kembung juga bisa terjadi pada Usus. Kodisi kembung yang disebabkan minum air dingin setelah makan karena terjadi peningkatan gas dan asam lambung pada jaringan perut, Terutama pada bagian lambung.
  3. Sakit Kepala
    Melakukan hal ini juga bisa mengakibatkan Sakit Kepala dikarenakan terjadi pelebaran pembuluh darah pada bagian kepala.
  4. Haus
    Yang ada dipikiran kita ketika mengkonsumsi minuman dingin setelah makan adalah Dahaga akan terasa cepat hilang. Namun nyatanya itu salah, Justru hal yang terjadi adalah sebaliknya kita akan merasa haus secara terus-menerus. Kodisi ini disebabkan karena tubuh terus memberikan sinyal rasa haus yang diakibatkan kekacauan keseimbangan tubuh.
  5. Menghambat Penghancuran Lemak
    Untuk anda yang sedang diet sebaiknya menghindari mengkomsumsi minuman dingin setelah makan, Karena akan menyebabkan penghancuran lemak pada tubuh anda. Minuman dingin dapat mengganggu proses pembakaran lemak yang mengakibatkan penumpukan lemak.

Masih banyak dampak yang diakibatkan oleh Air Dingin, Sebaiknya anda mengkonsumsi air putih normal atau air putih hangat hal itu sangatlah dianjurkan oleh medis.

The following two tabs change content below.
R Setiawan
“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.” -Seno Gumira Ajidarma